Runtime Notice!

ErrorException [ Runtime Notice ]: Non-static method Cms_Basic::getHost() should not be called statically

APPPATH/views/layouts/main.php @ line 22:

21:	
22:	<link href="<?php echo Cms_Basic::getHost(); ?>/assets/css/style.css" rel="stylesheet" type="text/css" />
23:	<link href="<?php echo Cms_Basic::getHost(); ?>/assets/css/s3slider.css" rel="stylesheet" type="text/css" />

Runtime Notice!

ErrorException [ Runtime Notice ]: Non-static method Cms_Basic::_host() should not be called statically

APPPATH/classes/cms/basic.php @ line 14:

13:	public function getHost(){
14:	$host = Cms_Basic::_host();
15:	$i = preg_split("/[\/]+/",$host);
http://fsppp-spsi-sumut.com/assets/css/style.css" rel="stylesheet" type="text/css" />

Runtime Notice!

ErrorException [ Runtime Notice ]: Non-static method Cms_Basic::getHost() should not be called statically

APPPATH/views/layouts/main.php @ line 23:

22:	<link href="<?php echo Cms_Basic::getHost(); ?>/assets/css/style.css" rel="stylesheet" type="text/css" />
23:	<link href="<?php echo Cms_Basic::getHost(); ?>/assets/css/s3slider.css" rel="stylesheet" type="text/css" />
24:	<link href="<?php echo Cms_Basic::getHost(); ?>/assets/css/jqueryslidemenu.css" rel="stylesheet" type="text/css"/>

Runtime Notice!

ErrorException [ Runtime Notice ]: Non-static method Cms_Basic::_host() should not be called statically

APPPATH/classes/cms/basic.php @ line 14:

13:	public function getHost(){
14:	$host = Cms_Basic::_host();
15:	$i = preg_split("/[\/]+/",$host);
http://fsppp-spsi-sumut.com/assets/css/s3slider.css" rel="stylesheet" type="text/css" />

Runtime Notice!

ErrorException [ Runtime Notice ]: Non-static method Cms_Basic::getHost() should not be called statically

APPPATH/views/layouts/main.php @ line 24:

23:	<link href="<?php echo Cms_Basic::getHost(); ?>/assets/css/s3slider.css" rel="stylesheet" type="text/css" />
24:	<link href="<?php echo Cms_Basic::getHost(); ?>/assets/css/jqueryslidemenu.css" rel="stylesheet" type="text/css"/>
25:	

Runtime Notice!

ErrorException [ Runtime Notice ]: Non-static method Cms_Basic::_host() should not be called statically

APPPATH/classes/cms/basic.php @ line 14:

13:	public function getHost(){
14:	$host = Cms_Basic::_host();
15:	$i = preg_split("/[\/]+/",$host);
http://fsppp-spsi-sumut.com/assets/css/jqueryslidemenu.css" rel="stylesheet" type="text/css"/>

Runtime Notice!

ErrorException [ Runtime Notice ]: Non-static method Cms_Basic::getHost() should not be called statically

APPPATH/views/layouts/main.php @ line 29:

28:	?>
29:	<link type="text/css" href="<?php echo Cms_Basic::getHost();?>/assets/cms/css/Aristo/jquery-ui-1.8.7.custom.css" rel="stylesheet" />
30:	<link type="text/css" href="<?php echo Cms_Basic::getHost();?>/assets/cms/css/demo_table_jui.css" rel="stylesheet" />

Runtime Notice!

ErrorException [ Runtime Notice ]: Non-static method Cms_Basic::_host() should not be called statically

APPPATH/classes/cms/basic.php @ line 14:

13:	public function getHost(){
14:	$host = Cms_Basic::_host();
15:	$i = preg_split("/[\/]+/",$host);
http://fsppp-spsi-sumut.com/assets/cms/css/Aristo/jquery-ui-1.8.7.custom.css" rel="stylesheet" />

Runtime Notice!

ErrorException [ Runtime Notice ]: Non-static method Cms_Basic::getHost() should not be called statically

APPPATH/views/layouts/main.php @ line 30:

29:	<link type="text/css" href="<?php echo Cms_Basic::getHost();?>/assets/cms/css/Aristo/jquery-ui-1.8.7.custom.css" rel="stylesheet" />
30:	<link type="text/css" href="<?php echo Cms_Basic::getHost();?>/assets/cms/css/demo_table_jui.css" rel="stylesheet" />
31:	

Runtime Notice!

ErrorException [ Runtime Notice ]: Non-static method Cms_Basic::_host() should not be called statically

APPPATH/classes/cms/basic.php @ line 14:

13:	public function getHost(){
14:	$host = Cms_Basic::_host();
15:	$i = preg_split("/[\/]+/",$host);
http://fsppp-spsi-sumut.com/assets/cms/css/demo_table_jui.css" rel="stylesheet" />
logo_spsi
logo_sppp

Anggaran Dasar


ANGGARAN DASAR

SERIKAT PEKERJA PERTANIAN DAN PERKEBUNAN

SERIKAT PEKERJA SELURUH INDONESIA.

 

M U K A D I M A H

 

Sadar akan sifat agraris Tanah Air Negara Republik Indonesia, serta guna mewujudkan cita-cita masyarakat yang adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, maka perlu diusahakan peningkatan kegiatan-kegiatan pembangunan disektor Pertanian dan Perkebunan.

 

Menyadari bahwa dalam kehidupan Pekerja dan Organisasi Serikat Pekerja di Sektor Pertanian dan Perkebunan tersebut masih memerlukan usaha-usaha penggalangan dan pemeliharaan persatuan dan kesatuan, sehinnga mampu meningkatkn dan memantapkan kegiatan-kegiatannya guna berperan serta dalam pembangunan nasional yang sedang dilakukan bangsa dan rakyat Indonesia merupakan upaya terus menerus dan berkesinambungan untuk mencapai kesejahteraan rakyat.

 

Oleh karena itu, perlu segera diadakan langkah-langkah untuk menghimpun dan mempersatukan para pekerja di Perusahaan-perusahaan dalam lingkungan pertanian dan Perkebunan yang merupakan sumber daya manusia sebagai aset nasional yang perlu ditingkatkan kualitas tenaga kerja melalui peningkatan tanggung jawab, disiplin, dan etos kerja dengan memiliki keterampilan dan profesi agar mampu melindungi, memperjuangkan, membela hak-hak dan kepentingan pekerja, serta peningkatan kesejahteraan pekerja beserta keluarganya.

 

Berdasarkan pandangan dan pertimbangan diatas disertai rasa tanggung jawab yang tinggi sebagai Bangsa dan Pekerja Indonesia, dengan mengingat dan berpegang teguh pada semangat Deklarasi Persatuan Buruh Seluruh Indonesia tanggal 20 Februari 1973, maka dibentuklah Serikat Pekerja Pertaninan dan Peerkebunan – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia berdasarkan lapangan pekerjaan dan jasa yang sejenis dengan Anggaran Dasar sebagai berikut:

 

BAB I

 

NAMA, BENTUK, SIFAT, AZAS, TEMPAT KEDUDUKAN, DAN WAKTU

 

Pasal 1

 

NAMA

 

Organisasi ini bernama SERIKAT PEKERJA PERTANIAN DAN PERKEBUNAN –SERIKAT PEKERJA SELURUH INDONESIA disingkat SPPP-SPSI.

 

Pasal 2

 

BENTUK

 

Organisasi ini berbentuk Federasi berdasarkan serikat pekerja lapangan pekerjaan pada industri barang dan jasa yang sejenis serta kegiatan angkutan dan bongkar muat di Pergudangan dan perusahaan-perusahaan dalam ruang lingkup sektor pertanian dan perkebunan.

 

Pasal 3

 

S I F A T

 

Organisasi ini bersifat demokratis, independen, profesional, fungsional, bebas dan bertanggung jawab.

 

Pasal 4

 

A Z A S

 

Organisasi ini berazaskan Pancasila dan berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945.

 

Pasal 5

 

TEMPAT KEDUDUKAN DAN WAKTU

 

Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia didirikan pada tanggal 22 Mei 1973 untuk waktu yang tidak ditentukan, dan berkedudukan di Jakarta, Ibukota Negara Republik Indonesia.

 

BAB II

 

KEDAULATAN, KEANGGOTAAN DAN AFLIASI

 

Pasal 6

 

KEDAULATAN ORGANISASI

 

Kedaulatan Tertinggi Organisasi berada ditangan para anggota dan dilakukan sepenuhnya melalui forum permusyawaratan untuk mencapai mufakat.

 

Pasal 7

 

KEANGGOTAAN DAN AFILIASI ORGANISASI

 

Organisasi ini adalah anggota Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia dan dapat berafiliasi dengan organisasi sejenis ditingkat Internasional sepanjang tidak bertentangan dengan kepentingan dan politik bebas aktif Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

 

BAB III

 

FUNGSI, TUJUAN DAN USAHA

 

Pasal 8

 

F U N G S I

 

Organisasi ini berfungsi:

 

a.       Sebagai wadah dan wahana pembinaan Pekerja Indonesia untuk ikut serta dalam Pembangunan Nasional melalui Peningkatan Kwalitas, disiplin kerja dan etos kerja serta produktifitas kerja.

 

b.      Sebagai pendorong dan penggerak anggota dalam ikut serta mensukeskan Pembangunan Nasional, khususnya di sektor ekonomi dan sosial budaya.

 

c.       Sebagai wadah untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya.

 

d.      Sebagai pelindung dan pembela hak-hak dan kewajiban pekerja.

 

 

Pasal 9

 

T U J U A N

 

1.      Turut serta secara aktif dalam mengisi dan mewujudkan cita-cita Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, bertujuan mewujudkan masyarakat yang adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan, aman sentosa (tata tentram kertaraharja) bagi kaum pekerja dan keluarganya dan bangsa Indonesia pada umumnya.

 

2.      Mengamankan dan mengamalkan Pancasila serta terlaksananya Undang –Undang Dasar 1945 diseluruh kehidupan berbangsa dan bernegara.

3.      Menghimpun dan mempersatukan kaum Pekerja dalam mewujudkan kerukunan dan rasa setia kawan diantara sesama kaum Pekerja.

 

4.      Terciptanya kehidupan dan penghidupan Pekerja Indonesia yang layak sesuai dengan kemanusian yang adil dan beradab dengan melindungi, membela, mempertahankan hak-hak dan kepentingan kaum Pekerja.

 

5.      Tercapai dan terjaminnya kesejahteraan Pekerja dan keluarganya serta memperjuangkan nasib, syarat-syarat kerja dan kondisi kerja.

 

6.      Meningkatkan produktivitas kerja dalam rangka mensukseskan Pembangunan Nasional.

 

7.      Menjaga dan memelihara Hubungan Industrial yang harmonis, dinamis dan berkeadilan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

 

 

Pasal 10

 

U S A H A

 

1.      Meningkatkan partisipasi, prestasi serta peranan kaum pekerja di Sektor Pertanian dan Perkebunan dalam Pembangunan Nasional untuk mengisi cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Negara Republik Indonesia.

 

2.      Memperjuangkan terwujudnya perundang-undangan dan peraturan ketenagakerjaan serta peraturan pelaksanaanya sesuai dengan kepentingan nasional kaum Pekerja.

 

3.      Mengadakan usaha-usaha untuk terjaminnya syarat-syarat kerja yang layak dan mencerminkan keadilan maupun tanggung jawab sosial.

 

4.      Mengusahakan peningkatan kwalitas anggota terutama dengan cara mempertinggi mutu pengetahuan, keahlian, dan keterampilan bidang pekerjaan dan profesi serta kemampuan berorganisasi.

 

5.      Bekerja sama dengan Badan-Badan Pemerintah dan swasta serta organisasi lain didalam maupun diluar negeri untuk melaksanakan usaha – usaha lain yang tidak bertentangan dengan azas dan tujuan organisasi.

 

6.      Wajib mendorong terbentuknya Koperasi Pekerja untuk meningkatkan kesejahteraan kaum pekerja beserta keluarganya.

 

 

BAB IV

 

BENDERA, LAMBANG, DAN LAGU

 

Pasal 11

 

B e n d e r a

 

Disamping Sang Saka Merah Putih sebagai Bendera Nasional, Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia mempunyai Panji sendiri dengan warna dasar biru serta lambang organisasi ditengah-tengahnya.

 

 

Pasal 12

 

L a m b a n g

 

Lambang Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia mewujudkan pencerminan dari:

 

1.      Persatuan dan kesatuan kaum Pekerja Pertanian dan Perkebunan.

 

2.      Peran serta dan tanggung jawab dalam menunjang Pembangunan Nasional.

 

3.      Mengusahakan kesejahteraan bagi segenap kaum Pekerja dan keluarganya serta Bangsa Indonesia.

 

 

Pasal 13

 

L a g u

 

Organisasi ini mempunyai lagu berupa Hymne dan Mars Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia.

 

 

 

BAB V

 

K E A N G G O T A A N

 

Pasal 14

 

Anggota

 

Yang dapat diterima menjadi anggota Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia adalah Serikat Pekerja yang anggota-anggotanya Pekerja Warga Negara Indonesia yang bekerja pada industri barang dan jasa yang sejenis serta kegiatan angkutan dan bongkar muat dipergudangan dan di perusahaan-perusahaan dalam ruang lingkup sektor Pertanian dan Perkebunan yang menyetujui Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Organisasi ini serta Peraturan Organisasi lainnya.

 

 

Pasal 15

 

Hak-hak Anggota

 

1.      Hak memilih dan dipilih.

 

2.      Hak berbicara, mengajukan pendapat dan saran untuk kemajuan organisasi.

 

3.      Ikut aktif dalam melaksanakan keputusan organisasi.

 

4.      Mendapat bimbingan, perlindungan dan pembelaan atas kurangnya hak-hak anggota sebagai pekerja dari organisasi.

 

5.      Membela dan dibela dalam sidang – sidang organisasi.

 

 

Pasal 16

 

Ruang lingkup

 

Ruang lingkup operasional keanggotaan Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan –Serikat Pekerja Seluruh Indonesia meliputi:

 

1.      Sub sektor Pertanian Tanaman pangan.

 

2.      Sub sektor Perkebunan.

 

3.      Sub Sektor Peternakan.

 

4.      Sub Sektor Perikanan.

 

5.      Sub Sektor hutan Tanaman Industri.

 

6.      Sub Sektor Industri barang dan jasa yang sejenis serta kegiatan angkutan dan bongkar muat dipergudangan dan diperusahaan-perusahaan yang merupakan satu kesatuan usaha dari Pertanian dan Perkebunan.

 

 

BAB VI

 

SUSUNAN KEPENGURUSAN, DAN WEWENANG ORGANISASI

 

Pasal 17

 

Susunan Organisasi

 

Organisasi ini secara Nasional disusun sebagai berikut:

 

1.      Tingkat Nasional meliputi seluruh wilayah Republik Indonesia.

 

2.      Tingkat provinsi meliputi wilayah Propinsi atau daerah yang dipersamakan dengan itu (Daerah Istimewa).

 

3.      Tingkat Kabupaten / Kota, meliputi wilayah Kabupaten/Kota atau wilayah yang di persamakan dengan itu yang memiliki paling sedikit 3 (tiga) Unit Kerja.

 

4.      Tingkat Unit Kerja meliputi Unit industri barang dan jasa yang sejenis serta kegiatan angkutan dan bongkat muat di pergudangan dan di perusahaan-perusahaan dalam ruang lingkup sektor pertanian dan perkebunan.

 

 

Pasal 18

 

Kepengurusan Organisasi

 

1.      Pada Tingkat Nasional disebut Pengurus Pusat Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia disingkat PP FSP.PP-SPSI.

 

2.      Pada Tingkat Propinsi atau Daerah yang dipersamakan dengan itu disebut Pengurus Daerah Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia yang disingkat PD FSP.PP-SPSI.

 

3.      Pada Tingkat Kabupaten / Kota disebut Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia disingkat PC FSP.PP-SPSI.

 

4.      Pada Tingkat Perusahaan disebut Pengurus Unit Kerja Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia disingkat PUK SP.PP-SPSI.

 

 

Pasal 19

 

Wewenang Organisasi

 

1.      Organisasi ini berwenang menangani masalah ketenagakerjaan pada Sektor Pertanian dan Perkebunan dalam arti yang seluas-luasnya, khususnya masalah sosial dan terlaksananya Hubungan Industrial secara harmonis dan dinamis.

 

2.      Dalam menjalankan kegiatan sehari-hari berpedoman kepada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dan ketentuan –ketentuan organisasi lainnya.

3.      Kewenangan dalam hal pengesahan dan perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta pengesahan / pengukuhan Pengurus Pusat berada di tangan Musyawarah Nasional (MUNAS) Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia.

 

 

BAB VII

 

PERMUSYAWARATAN DAN RAPAT-RAPAT

 

Pasal 20

 

Permusyawaratan dan rapat-rapat

 

1.      Permusyawaratan Organisasi terdiri atas:

 

a.       Musyawarah Nasional ditingkat MUNAS.

 

b.      Musyawarah Kerja Nasional disingkat MUKERNAS.

 

c.       Musyawarah Daerah disingkat MUSDA.

 

d.      Musyawarah Kerja Daerah disingkat MUKERDA.

 

e.       Musyawarah Cabang disingkat MUSCAB.

 

f.       Musyawarah Kerja Cabang disingkat MUKERCAB.

 

g.      Musyawarah Unit Kerja disingkat MUSNIK.

 

2.      Rapat-rapat Organisasi terdiri dari:

 

a.       Rapat Kerja Nasional disingkat RAKERNAS.

 

b.      Rapat Kerja Daerah disingkat RAKERDA.

 

c.       Rapat Kerja Cabang disingkat RAKERCAB.

 

d.      Rapat Kerja Anggota disingkat RATA.

 

 

Pasal 21

 

Musyawarah Nasional

 

1.      Musyawarah Nasional (MUNAS) pemegang kedaulatan tertinggi di organisasi.

 

2.      Musyawarah Nasional (MUNAS) diadakan 5 (lima) tahun sekali dan dihadiri oleh:

 

a.       Para anggota pengurus pusat FSP.PP-SPSI.

 

b.      Para utusan PD FSP.PP-SPSI.

 

c.       Para utusan PC FSP.PP-SPSI.

 

d.      Para utusan PUK SP.PP-SPSI.

 

e.       Undangan yang ditetapkan oleh PP FSP.PP-SPSI sebagai Peninjau.

 

3.      Dalam keadaan luar biasa Musyawarah Nasional (MUNAS) dapat dipercepat atau ditunda atas Keputusan Kerja Nasional (MUKERNAS) atau atas permintaan sekurang-kurangnya ½ (setengah) jumlah Pengurus Daerah (PD) atau ? (dua per tiga) jumlah Pengurus cabang (PC).

 

4.      Musyawarah Nasional (MUNAS) berwenang:

 

a.       Menilai dan mensahkan laporan pertanggung jawaban Pengurus pusat Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PP FSP.PP-SPSI).

 

b.      Menetapkan atau mengubah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.

 

c.       Menetapkan Program Umum Organisasi.

 

d.      Memilih dan menetapkan Pengurus Pusat Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PP FSP.PP-SPSI).

 

e.       Membentuk Komisi verifikasi, apabila diperlukan.

 

5.      Jadwal acara dan peraturan Tata Tertib Musyawarah Nasional (MUNAS) dipersiapkan oleh pengurus Pusat Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PP FSP.PP-SPSI).

 

6.      Keputusan sejauh mungkin diambil atas dasar Musyawarah untuk mencapai mufakat dengan memperhatikan kepentingan umum dan organisasi.

 

7.      Apabila tidak dapat dicapai kata mufakat, keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak.

 

8.      Tata cara pemilihan pengurus pusat diatur dalam peraturan Tata Tertib Musyawarah Nasional (MUNAS).

 

 

Pasal 22

 

Musyawarah Kerja Nasional

 

1.      Musyawarah Kerja Nasional (MUKERNAS) di selenggarakan di antara 2 (dua) Musyawarah Nasional (MUNAS).

 

2.      Musyawarah Kerja Nasional (MUKERNAS) dihadiri oleh:

 

a.       Para anggota Pengurus Pusat Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PP FSP.PP-SPSI).

 

b.      Para utusan Pengurus Daerah Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia.

 

c.       Para utusan Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC FSP.PP-SPSI).

 

d.      Para utusan Pengurus Unit Kerja Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SP.PP-SPSI).

 

e.       Undangan yang ditetapkan oleh PP FSP.PP-SPSI sebagai peninjau.

 

3.      Musyawarah Kerja Nasional (MUKERNAS) di pimpin oleh PP FSP.PP-SPSI.

 

4.      Musyawarah Kerja Nasional (MUKERNAS) diadakan sekurang-kurangnya sekali dalam satu periode kepengurusan PP FSP.PP-SPSI.

 

5.      Musyawarah Kerja Nasional (MUKERNAS) berwenang untuk:

 

a.       Mengadakan evaluasi pelaksanaan Program Umum Organisasi.

b.      Merekomendasi Perencanaan Program Kerja tahun berikutnya.

 

c.       Menetapkan keputusan penting lainnya.

 

 

Pasal 23

 

Musyawarah Daerah

 

1.      Musyawarah Daerah (MUSDA) diadakan 5 (lima) tahun sekali dan dihadiri oleh:

 

a.       Para anggota Pengurus Daerah Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PD FSP.PP-SPSI).

 

b.      Para anggota Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC FSP.PP-SPSI).

 

c.       Para utusan Pengurus Unit Kerja Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SP.PP-SPSI) yang penetapan undangannya diusulkan oleh Pengurus Cabang Federasi Cabang Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC FSP.PP-SPSI).

 

d.      Utusan Pengurus Pusat Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan -  Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PP FSP.PP-SPSI).

 

2.      Musyawarah Daerah (MUSDA) berwenang untuk:

 

a.       Menilai dan mensahkan laporan pertanggung jawaban Pengurus Daerah Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PD FSP.PP-SPSI).

 

b.      Menetapkan program kerja Daerah sebagai penjabaran program umum organisasi.

 

c.       Memilih dan menetapkan Pengurus Daerah Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PD FSP.PP-SPSI).

 

d.      Membentuk Komisi Verifikasi, apabila diperlukan.

 

3.      Dalam keadaan luar biasa Musyawarah Daerah (MUSDA) dapat dipercaya atau ditunda atas permintaan Musyawarah Kerja Daerah (MUKERDA), atau atas permintaan ½ dari Pengurus Cabang (PC) atau ? dari jumlah Pengurus Unit Kerja (PUK) SP.PP-SPSI.

 

 

Pasal 24

 

Musyawarah Kerja Daerah (MUKERDA)

 

1.      Musyawarah Kerja Daerah (MUKERDA) diselenggarakan diantara 2 (dua) Musyawarah Daerah (MUSDA).

 

2.      Musyawarah Kerja Daerah (MUKERDA) dihadiri oleh:

 

a.       Para anggota pengurus Daerah Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PD FSP.PP-SPSI).

 

b.      Para anggota Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC FSP.PP-SPSI).

 

c.       Para anggota Pengurus Unit Kerja Serikat Pertanian dan Perkebunan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SP.PP-SPSI).

 

d.      Utusan Pengurus Pusat Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PP FSP.PP-SPSI).

e.       Utusan yang ditetapkan oleh PD FSP.PP-SPSI sebagai Peninjau.

 

3.      Musyawarah Kerja Daerah (MUKERDA) dipimpin oleh PD FSP.PP-SPSI.

 

4.      Musyawarah Kerja Daerah (MUKERDA) diadakan sekurang-kurangnya sekali dalam 1 (satu) periode kepengurusan PD FSP.PP-SPSI.

 

5.      Musyawarah Kerja Daerah (MUKERDA) berwenang untuk:

 

a.       Mengadakan evaluasi pelaksanaan Program Kerja Daerah.

 

b.      Merekomendasikan perencanaan program kerja tahun berikutnya.

 

c.       Menetapkan keputusan penting lainnya.

 

 

Pasal 25

 

Musyawarah Cabang

 

1.      Musyawarah Cabang (MUSCAB) diadakan 5 (lima) tahun sekali dan dihadiri oleh:

 

a.       Para anggota Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC FSP.PP-SPSI).

 

b.      Para utusan Pengurus Unit Kerja Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SP.PP-SPSI).

 

c.       Utusan Pengurus Daerah Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PD FSP.PP-SPSI)

 

2.      Musyawarah Cabang (MUSCAB) berwenang untuk:

 

a.       Menilai dan mensahkan Laporan Pertanggung jawaban Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC FSP.PP-SPSI)

 

b.      Menetapkan Program Kerja Pengurus Cabang sebagai Penjabaran Program Kerja Daerah dan Program Umum Organisasi.

 

c.       Memilih dan menetapkan Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC FSP.PP-SPSI)

 

d.      Membentuk Komisi Verifikasi, apabila diperlukan.

 

3.      Dalam keadaan luar biasa Musyawarah Cabang (MUSCAB) dapat dipercepat atau ditunda atas permintaan Musyawarah Kerja Cabang (MUKERCAB) atau atas permintaan ½ dari Pengurus Unit Kerja (PUK).

 

 

Pasal 26

 

Musyawarah Kerja Cabang (MUKERCAB)

 

1.      Musyawarah Kerja Cabang (MUKERCAB) diselenggarakan diantara 2 (dua) Musyawarah Cabang (MUSCAB).

 

2.      Musyawarah Kerja Cabang (MUKERCAB) dihadiri oleh:

 

a.       Para anggota Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC FSP.PP-SPSI)

b.      Para Utusan Pengurus Daerah Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PD FSP.PP-SPSI)

 

c.       Para Utusan Pengurus Unit Kerja Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SP.PP-SPSI)

 

d.      Utusan yang ditentukan oleh PC FSP.PP-SPSI.

 

3.      Musyawarah Kerja Cabang (MUKERCAB) dipimpin oleh PC FSP.PP-SPSI.

 

4.      Musyawarah Kerja Cabang (MUKERCAB) diadakan sekurang-kurangnya sekali dalam 1 (satu) periode kepengurusan PC FSP.PP-SPSI.

 

5.      Musyawarah Kerja Cabang (MUKERCAB) berwenang untuk:

 

a.       Mengadakan evaluasi pelaksanakan Program Kerja Cabang.

 

b.      Merekomendasikan perencanaan program kerja tahun berikutnya.

 

c.       Menetapkan keputusan penting lainnya.

 

 

Pasal 27

 

Musyawarah Unit Kerja

 

1.      Musyawarah Unit Kerja (MUSNIK) diadakan 5 (lima) tahun sekali dan dihadiri oleh:

 

a.       Para Pengurus Unit Kerja Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan – Serikat Pekerja seluruh Indonesia (PUK SP.PP-SPSI)

 

b.      Anggota Unit Kerja Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPPP-SPSI)

 

c.       Utusan Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC FSP.PP-SPSI)

 

2.      Musyawarah Unit Kerja (MUSNIK) berwenang untuk:

 

a.       Menilai dan mensahkan Laporan Pertanggung Jawaban PUK SP.PP-SPSI.

 

b.      Menetapkan Program Kerja Unit Kerja sebagai penjabaran Program kerja Cabang, Program Kerja Daerah dan Program Umum Organisasi.

 

c.       Memilih dan menetapkan Pengurus Unit Kerja Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SP.PP-SPSI).

 

d.      Membentuk Komisi Verifikasi, apabila diperlukan.

 

3.      Dalam keadaan Luar Biasa Musyawarah Unit Kerja (MUSNIK) dapat dipercepat atau ditunda atas permintaan sekurang-kurangnya ½ (setengah) dari jumlah anggota.

 

 

Pasal 28

 

RAPAT KERJA NASIONAL.

 

1.      Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) merupakan forum Konsultasi, koordinasi dan evaluasi tingkat Nasional dalam rangka keterpaduan dan koordinasi Program dan Perkembangan Organisasi.

 

2.      Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) dihadiri oleh:

a.       Para anggota Pengurus Pusat Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan – Serikat pekerja Seluruh Indonesia (PP FSP.PP-SPSI).

 

b.      Utusan Pengurus Daerah Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PD FSP.PP-SPSI).

 

c.       Undangan yang ditetapkan oleh PP FSP.PP-SPSI.

 

3.      Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) diadakan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun sekali dalam satu periode kepengurusan.

 

4.      Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) dipimpin oleh PP FSP.PP-SPSI.

 

 

Pasal 29

 

RAPAT KERJA DAERAH

 

1.      Rapat kerja Daerah (RAKERDA) merupakan forum Konsultasi, Koordinasi dan evaluasi tingkat Propinsi atau Daerah yang dipersamakan dengan itu dalam rangka keterpaduan dan koordinasi Program dan Perkembangan Organisasi di tingkat Propinsi.

 

2.      Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) dihadiri oleh:

 

a.       Para anggota Pengurus Daerah Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PD FSP.PP-SPSI).

 

b.      Utusan Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC FSP.PP-SPSI).

 

c.       Undangan yang ditetapkan oleh PD FSP.PP-SPSI.

 

3.      Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) diadakan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun sekali dalam satu periode kepengurusan.

 

4.      Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) dipimpin oleh PD FSP.PP-SPSI.

 

 

Pasal 30

 

RAPAT KERJA CABANG.

 

1.      Rapat Kerja Cabang (RAKERCAB) merupakan forum konsultan, koordinasi dan evaluasi tingkat kabupaten/Kota dalam rangka keterpaduan dan koordinasi Program, Perkembangan Organisasi.

 

2.      Rapat Kerja Cabang (RAKERCAB) dihadiri oleh:

 

a.       Para anggota Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia.

 

b.      Utusan Pengurus Unit Kerja SPPP-SPSI.

 

c.       Undangan yang ditetapkan oleh PC FSP.PP-SPSI.

 

3.      Rapat Kerja Cabang (RAKERCAB) diadakan sekurang-kurangnya sekali dalam 1 (satu) tahun periode kepengurusan.

 

4.      Rapat Kerja Cabang (RAKERCAB) dipimpin oleh PC FSP.PP-SPSI.

 

 

 

BAB VII

 

SUSUNAN PENGURUS

 

Pasal 31

 

SUSUNAN PENGURUS PUSAT

 

1.      Susunan Pengurus Pusat Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia terdiri dari:

 

a.       Pengurus Pusat Harian, disingkat PPH;

 

b.      Pengurus Pusat Pleno, disingkat PPP;

 

2.      Pengurus Pusat Harian (PPH) sekurang-kurangnya 9 (sembilan) orang, terdiri dari:

 

a.       Seorang Ketua Umum;

 

b.      Seorang Wakil Ketua Umum;

 

c.       Beberapa orang Ketua;

 

d.      Seorang Sekretaris Umum;

 

e.       Beberapa orang Sekretaris;

 

f.       Seorang Bendahara Umum;

 

g.      Beberapa orang Bendahara;

 

3.      Pengurus Pusat Pleno (PPP) terdiri dari:

 

a.       Semua anggota Pengurus Pusat Harian (PPH);

 

b.      Beberapa orang Ketua PD FSP.PP-SPSI;

 

4.      Pengurus Pusat merupakan Pemegang Mandat Musyawarah Nasional (MUNAS) secara kolektif sebagai pengelola, pengendali dan pelaksana kegiatan organisasi sehari-hari.

 

 

Pasal 32

 

SUSUNAN PENGURUS DAERAH

 

1.      Susunan Pengurus Daerah Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PD FSP.PP-SPSI) terdiri dari:

 

a.       Pengurus Daerah Harian, disingkat PDH;

 

b.      Pengurus Daerah Pleno, disingkat PDP;

 

2.      Pengurus Daerah Harian (PDH) sekurang-kurangnya 7 (tujuh) orang, terdiri dari:

 

a.       Seorang Ketua;

 

b.      Beberapa orang Wakil Ketua;

 

c.       Seorang Sekretaris;

 

d.      Beberapa orang Wakil Sekretaris;

 

e.       Seorang Bendahara;

 

f.       Beberapa orang Wakil Sekretaris;

 

3.      Pengurus Daerah Pleno (PDP), terdiri dari:

 

a.       Para anggota Pengurus Daerah Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PD FSP.PP-SPSI);

 

b.      Beberapa orang Ketua PC FSP.PP-SPSI;

 

4.      Pengurus Daerah merupakan Pemegang Mandat Musyawarah Daerah (MUSDA) secara kolektif sebagai pengelola, pengendali dan pelaksana kegiatan organisasi sehari-hari;

 

 

Pasal 33

 

SUSUNAN PENGURUS CABANG

 

1.      Susunan Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC FSP.PP-SPSI), terdiri dari:

 

a.       Pengurus Cabang Harian, disingkat PCH;

 

b.      Pengurus Cabang Pleno, disingkat PCP;

 

2.      Pengurus Cabang Harian (PCH) sekurang-kurangnya 5 (lima) orang, terdiri dari:

 

a.       Seorang Ketua;

 

b.      Beberapa orang Wakil Ketua;

 

c.       Seorang Sekretaris;

 

d.      Beberapa orang Wakil Sekretaris;

 

e.       Seorang Bendahara;

 

f.       Beberapa orang Wakil Bendahara;

 

3.      Pengurus Cabang Pleno (PCP) terdiri dari:

 

a.       Para anggota Pengurus Cabang Harian (PCH);

 

b.      Beberapa orang Ketua PUK SP.PP-SPSI;

 

4.      Pengurus Cabang merupakan Pemegang mandat Musyawarah Cabang (MUSCAB) secara kolektif sebagai pengelola, pengendali dan pelaksana kegiatan organisasi sehari-hari.

 

 

Pasal 34

 

SUSUNAN PENGURUS UNIT KERJA

 

1.      Susunan Pengurus Unit Kerja Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SP.PP-SPSI) terdiri dari:

 

a.       Seorang ketua;

 

b.      Beberapa orang Wakil Ketua;

 

 

c.       Seorang Sekretaris;

 

d.      Beberapa orang Wakil Sekretaris;

 

e.       Seorang Bendahara;

 

f.       Beberapa orang Wakil Bendahara;

 

2.      Pengurus Unit Kerja merupakan Pemegang Mandat Musyawarah Unit Kerja (MUSNIK) secara kolekif sebagai pengelola, pengendali dan pelaksana kegiatan organisasi sehari-hari;

 

 

BAB IX

 

SANKSI ORGANISASI

 

Pasal 35

 

Tindakan Disiplin

 

 

Tindakan disiplin dapat dikenakan kepada anggota atau pengurus berupa:

 

1.      Teguran lisan.

 

2.      Peringatan secara tertulis.

 

3.      Skorsing.

 

4.      Pemberhentian sebagai pengurus.

 

5.      Pemecatan sebagai anggota.

 

 

 

BAB X

 

KEUANGAN DAN KEKAYAAN

 

Pasal 36

 

K e u a n g a n

 

Keuangan Organisasi diperoleh dari:

 

1.      Uang pangkal dan Uang Iuran anggota.

 

2.      Dana Konsolidasi Organisasi.

 

3.      Sumbangan / pemberian yang tidak mengikat.

 

4.      Usaha-usaha lain yang sah.

 

 

BAB XI

 

PENGGANTIAN ANTAR WAKTU

 

Pasal 37

 

Penggantian antar waktu

 

1.      Penggantian antar waktu adalah penggantian seseorang atau beberapa orang anggota pengurus yang berhenti sebagaimana dimaksud Bab VII pasal 34 Anggaran Dasar ini dan atau karena meninggal dunia.

 

2.      Penggantian antar waktu dapat dilakukan atas Persetujuan Rapat Pleno atau Rapat anggota pada masing-masing tingkatan dan disahkan oleh perangkat oragnisasi satu tingkat diatasnya.

 

 

BAB XII

 

PERATURAN PERALIHAN DAN PENUTUP

 

Pasal 38

 

Peraturan peralihan

 

Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini akan diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga.

 

 

Pasal 39

 

Penutup

 

Anggaran Dasar ini mulai berlaku sejak tanggal yang ditetapkan.

 

 

Ditetapkan di : JAKARTA

 

Pada tanggal : 24 Februari 2011

 

 

MUSYAWARAH NASIONAL V

FEDERASI SERIKAT PEKERJA PERTANIAN DAN PERKEBUNAN

SERIKAT PEKERJA SELURUH INDONESIA

PIMPINAN SIDANG

 

                        Ketua,                                                                                     Sekretaris

 

 

                        dto.                                                                                            dto.

 

Drs.H.ZULKARNAEN MUSA,MPd                                             BUDI SANTOSO,MS

 

 

            Anggota                                              Anggota                                  Anggota

 

 

               dto.                                                       dto.                                        dto.

 

ACHMAD MUNDJI                                    ACHMAD SUDIBYO                      JIMIN



Berita Terbaru